Sistem bahan bakar sepeda motor#5

automotif.me
Sistem bahan bakar sepeda motor#5

Komponen sistem aliran bahan bakar:

fuel tank (tangki bahan bakar)

fuel suction filter (saringan penyedotan bahan bakar)

internal pressure regulator (pengatur tekanan dalam)

injector

fuel feed hose (selang penyaluran bahan bakar) Sistem ini dilengkapi tekanan bahan bakar absolut.

Tidak ada selang pengembalian di luar untuk bahan bakar atau pengatur tekanan vakum pada sistem ini.

Tekanan bahan bakar pada sistem penyaluran bahan bakar diatur oleh internal pressure regulator (pengatur tekanan di dalam) dan selalu dipertahankan secara absolut; 294 kpa (3,0 kgf/cm 2,43 psi).

Internal pressure regulator mengembalikan bahan bakar dengan membuka sebuah klep jika bahan bakar naik melebihi 294 kpa (3,0 kgf/cm 2,43 psi). Sistem ini mengoptimalkan volume injeksi dengan kontrol ECM.

Daftar Kode MIL PGM-FI

PGM-FI malfunction indicator lamp (MIL) menunjukkan kode-kode masalah (jumlah kedipan dari 0 sampai 54). MIL mempunyai dua jenis kedipan, yakni kedipan panjang dan kedipan pendek. Kedipan panjang berlangsung selama 1,3 detik, kedipan pendek selama 0,3 detik. Jika sebuah kedipan panjang terjadi, dan kemudian dua kedipan pendek, berarti kode persoalan itu adalah 12 (satu kedipan panjang = 10 kedipan, dua kedipan pendek = 2 kedipan). Kemudian bacalah tabel dan lihat kode persoalan 12.

Jika Engine Control Module (ECM) menyimpan beberapa kode kegagalan, MIL memperlihatkan kode kegagalan menurut urutan dari jumlah terendah sampai jumlah tertinggi. Umpamanya, jika MIL berkedip sekali, kemudian berkedip tujuh kali, dua kegagalan telah terjadi. Ikuti tabel untuk kode kegagalan 1 dan 7.

Motor Tidak Langsam dan Lambat Langsam

Hal di atas disebabkan oleh kebocoran pada intake manifold, yang mungkin lantaran karet o-ring penyekat di leher angsa pecah atau lantaran mengencangkan dua baut pengikat karburator tidak secara bersamaan, bisa Jika O-ring pecah dan baut slek ganti dengan yang baru, tetapi kalau yang rusak ulir dudukan baut, untuk memperbaikinya tap dudukan baut Tabel 2.2. Kode MIL itu di tukang bubut.

a. Langsam ngaco (naik turun)

Penyebabnya antara lain adalah:

1) Karburator kotor sehingga campuran bahan bakar dan udara tersumbat kotor

2) Setelan tinggi permukaan pelampung terlalu rendah, yang juga akan menyebab kan pasokan bahan bakar tidak stabil.

3) Pembukaan sekrup pilot atau setelan udara tidak tepat.

b. Langsam lambat

Untuk mendeteksi motor yang mengalami lambat langsam, fokuskan seputar karburator atau komponen-komponen yang memengaruhi kinerja karburator, yaitu antara lain:

• Jarum skep terlalu gambot.

• Skep dan rumah skep berkerak.

• Per skep lemah.

• Setelan kabel gas atas dan bawah kurang menutup sehingga rumah skeptidak menutup rapat. Tali gas tidak lancar (seret). Ruang bakar berkerak.

• Saluran suplai gas bakar bermasalah.

Juga perhatikan sambungan di intake manifold dan seal kruk as dekat magnet.

c. Motor “Nembak-Nembak"

Penyebab lain adalah packing atau baut knalpot sudah aus. Untuk kasus yang pertama cara mengatasinya adalah dengan mengganti spuyer yang terlalu kecil dan mengatur setelan angin. Sedangkan untuk kasus kedua diatasi dengan penggantian packing atau baut knalpot.

Suara Brebet Gejala Sepeda Motor Tidak Normal

Suara brebet menandakan motor bermasalah. Pada motor yang masih standar, cara mengatasinya adalah mengenali suara itu lebih dulu.

• Jika motor belum dikorek, biasanya setelan udara (air screw) terlalu besar atau posisi klip jarum skep pada posisi paling irit.

• Jika mesin brebet muncul hanya pada rpm tinggi, berarti ukuran main jet motor tersebut terlalu kecil, sehingga saat skep terangkat, udara banyak yang masuk tetapi tidak diimbangi dengan pasokan BBM.

Detonasi

a. Gejala knocking

Knocking bercirikan mesin yang ngelitik saat gas dibuka, namun tidak memperce pat putaran mesin.

Bila sepeda motor mengalami hal tersebut, mesin akan kehilangan daya. Tempe ratur silinder menjadi sangat panas sehingga merusak silinder, katup atau piston dan ring piston. Penyebab knocking adalah:

1) Mesin terlalu panas.

2) Kualitas BBM sangat rendah.

3) Pengapian atau ignition yang terlalu maju.

4) Piston dan silinder aus.

5) Campuran bahan bakar terlalu minim.

6) Ruang bakar tertutup banyak karbon.

Pembakaran terjadi kemudian atau after firing atau afterburn

Gejala after firing atau afterburn adalah kadang terjadi ledakan dalam knalpot (ledakan di mulut knalpot atau bahan bakar meletus di dalam knalpot) ketika engine breaking.

1) Pembakaran tidak tepat atau misfiring yang disebabkan oleh busi yang rusak.

2) Campuran bensin dan udara terlalu kaya.

3) Waktu pengapian atau ignition timing terlambat atau tidak bekerja dengan baik.

4) Katup buang atau exhaust valve bocor.

5) Sistem pulse secondary air injection (PAIR) tidak bekerja baik (khusus pada jenis motor yang telah memakai sistem PAIR).

• PAIR control valve tidak bekerja dengan baik.

• PAIR check valve tidak bekerja dengan baik.

• Selang sistem PAIR tersumbat.

Backfires (api menjalar kembali melalui klep masuk menuju karburator)

Penyebab hal ini adalah:

1) Mesin terlalu panas.

2) Campuran bensin dan udara terlalu miskin.

3) Katup masuk bocor.

automotif.me

Belum ada Komentar untuk "Sistem bahan bakar sepeda motor#5"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel