Sistem bahan bakar sepeda motor #4

automotif.me
Sistem bahan bakar sepeda motor #4

Kerusakan karburator pada skep dan moncong

1) Skep macet Jika skep macet di badan karburtor, akibatnya adalah putaran mesin mblandang karena gas tidak menutup rapat (skeptidak menutup rapat). Kendurkan sedikit mur di intake manifold sehingga rumah skep bisa turun dan menutup rapat atau gosok rumah skep dengan amplas halus agar bisa turun naik secara lancar.

2) Skep oblak Kebalikan dengan kasus di atas, gesekan terus-menerus antara skep dan rumah skep membuat permukaan kedua komponen itu terkikis sehingga langsam menjadi tidak stabil. Gantilah dengan skep yang baru.

3) Moncong karburator ke intake manifold tidak rata Jika moncong karburator tidak rata atau melengkung, hal ini menyebabkannya motor susah langsam. Selain itu, mesin menjadi susah dihidupkan serta kadang-ka dang nembak-nembak bila terjadi kebocoran. Gunakan kikir datar atau ampelas un tuk meratakan sisi yang tidak lurus, lantas tambah packing manifold.

Keluarnya asap hitam dan cokelat sering disebabkan oleh karburator.

1) Asap hitam dari knalpot.

• Main jet terlalu besar

• Saringan udara tersumbat

• Choke tertutup

• Tinggi pelampung melebihi standar.

2) Asap cokelat dari knalpot:

• Main jet terlalu kecil atau tersumbat kerak

• Permukaan bahan bakar dalam mangkok karburator terlalu rendah

• Pipa saringan udara kendur

• Saringan udara tidak rapat atau dilepas.

Menyetel Speling Throttle Gas

Speling atau jarak bebas putaran gas perlu disetel ulang. Tujuannya adalah agar akselerasi tidak terlambat. Dalam arti, begitu grip gas dipelintir, skep karburator lang sung terangkat. Untuk itu, pabrikan memiliki standar. Jika setelan gas terlalu sempit, hal ini menjadi terlalu berisiko. Atau, jika penyetelannya melebihi standar yang direkomendasikan, putaran mesin terlambat. Hal ini sangat berpenga ruh jika sedang berada di tikungan.

Ceklah hal ini setiap 500 km dengan menggerakkan grip gas dahulu, lalu ukur jarak bebasnya. Beri tanda dengan spidol di pinggir grip gas. Seandainya kurang atau lebih dari stan dar itu, tinggal disetel ulang. Lihat dua mur yang akan diset ulang. Sebagian besar, 2 mur penyetel gas motor ada di bawah hand grip. Misalnya, motor bebek Honda, Suzuki, dan Kawasaki. Ada juga motor yang memiliki setelan di kabel dekat kepala karburator. Rata-rata setelan ini dibungkus karet pelindung debu. Kendurkan mur pengencang dan putar mur penyetel. Jika Anda memutarnya searah jarum jam, ber arti semakin sempit jarak main, diputar berlawanan semakin lebar. Setelah diatur ulang, kemudian cek gerak setang ke kanan-kiri sampai mentok. Jarak main harus sama meski setang digerakkan ke kanan dan kiri.

Throttle Position Sensor (TPS) Yamaha Jupiter MX 135

TPS berfungsi memantau posisi throttle (bukaan gas) dan diteruskan pada sistem pengapian (ignition timing) dengan sistem elektronik. Dengan demikian, waktu pembakaran dapat berlangsung dengan tepat dan sempurna sesuai dengan putaran mesin dan pasokan bahan bakar.

Keuntungan TPS pada sepeda motor adalah akselerasi lebih spontan, pemakaian bahan bakar lebih hemat, dan kadar emisi gas buang lebih rendah.

1. Pemeriksaan TPSTahap l

i. Lepaskan kabel coupler dari TPS.

ii. Pasangkan pockettester (1 k ohm) pada TPS. Kabel positif pockettester ke terminal coupler biru (L) Kabel negatif pocket tester ke terminal kabel biru/hitam (B/L)

iii. Ukur tahanan TPS Tahanan TPS 3.5-6.5 k ohm pada suhu 20°C (68° F) (biru-hitam/biru). Di luar spesifikasi > Ganti TPS.

2. Pemeriksaan TPS tahap II

i. Pasangkan coupler kabel pada TPS

ii. Pasangkan pockettester (ohm x 1 k) pada kabel TPS Kabel positif pockettester ke terminal coupler kuning (Y). Kabel negatif pocket tester ke terminal coupler hitam/biru (B/L).

iii. Secara perlahan, buka handle gas, dan periksa perubahan tahanan TPS (sesuai dengan batasan spesifikasi).

iv. Jika tahanan tidak berubah, atau berubah secara kasar > ganti TPS.

Tahanan TPS 0-5 k ohm (kurang lebih 1.5) pada suhu 20 derajat Celcius (kuning-hitam/biru).

3. Menyetel sudut posisi Throttle Position Sensor

Pasangkan coupler kabel pada TPS.

Pasangkan pocket tester digital pada kabel TPS. Kabel positif tester ke terminal kuning (Y). Kabel Negatif tester ke terminal hitam/biru (B/L). Pockettester digital/digital circuit tester 90890-03 174.

Putar kunci kontak pada posisi "ON"

Periksa voltase TPS.

Voltase Throttle Position Sensor. 0,63-0,73 Volt (kuning-hitam/biru). vi. Setelah mengetahui sudut posisi sensor yang tepat, dengan melihat besarnya voltase, kencangkan baut pengikat TPSdengan benar.

Fitur Teknik Honda Supra X 125 PGM-FI

Injeksi atau PGM-F1 (programmed fuel injection) adalah teknologi injeksi yang menggantikan fungsi karburator, yang bekerja manual. Sistem PGM-F1 menggunakan kontrol teknologi secara elektronik yang mampu mendapatkan AFR (airfuel ratio) da lam setiap kondisi yang optimal. "

Secara garis besar, komponen PGM-F1 terdiri atas sistem aliran bahan bakar, sis tem kontrol elektronik, dan fungsi diagnosis otomatis (mandiri). Sistem aliran bahan bakar terdiri atas fuel pump, fuel pressure regulator, dan injector" ujar Pangarsa Budi Utama, Instruktur MekanikYayasan Dharma Bhakti Astra. "Sedangkan, sensor-sensor nya adalah Engine Oil Temperature (EOT), Throttle Position Sensor (TPS), Intake Air Tem perature (IAT), bank angle sensor, dan Manifold Absolute Pressure (MAP)," tambahnya lagi. Menurut Pangarsa Budi Utama, motor berteknologi PGM-F1 dilengkapi sebuah sistem yang mampu memberikan informasi jika ada sensor yang rusak (trouble). Is tilah tekniknya self-diagnostic function, yaitu berupa kedipan pada lampu indikator mal-fungsi atau MIL (Malfunction Indicator Lamp). Ketika kunci kontak"ON". MIL akan menyala beberapa saat lalu padam kembali. Diikuti jarum spedometer bergerak lalu kembali ke posisi semula. Dan Jangan lupa, bila didengarkan saksama fuel pump akan muncul bunyi, artinya sistem PGM-F1 siap dinyalakan.

Prinsip kerja

Pada saat posisi kontak"ON" pompa bensin mulai bekerja. Tekanan bahan bakar pada pipa penyalur sekitar 2,55 kg/cm2. Pada saat ini, injector siap menerima perin tah dari ECU. Tekanan bensin diatur oleh Fuel Pressure Regulator (FPR). Bensin yang berlebih mengalir kembali ke tangki lewat saluran pembalik. Selanjutnya saat start, piston melakukan gerakan isap, kompresi, usaha, dan buang. Bersamaan dengan itu, MAP, IAT, dan TPS memberikan masukan ke ECM. Se lanjutnya, data ini diolah untuk menentukan lamanya sinyal ke injector. Bersamaan dengan hal itu, ECM mengirim sinyal ke injector dan pada saat itulah bahan bakar disemprotkan.

Lalu pada akhir langkah kompresi, busi meletikkan bunga api. Maka, terjadilah proses pembakaran. Selanjutnya apabila katup gas dibuka lebih lebar dan suhu me sin naik, maka sinyal dari ECU ke injector otomatis terkoreksi.

Pembentukan air fuel ratio

Pada PGM-F1, volume udara masuk diukur oleh sensor MAP (manifold absolute pressure). Selanjutnya sinyal dari MAP dikirim ke ECM (Electronic Control Module). ECM akan memberikan perintah injector untuk menyemprotkan bensin sesuai banyaknya udara yang masuk ke dalam ruang silinder. Ketika volume udara yang masuk semakin banyak, jumlah bensin yang diinjeksi terus menyesuaikan. Pada motor sistem injeksi, perbandingan ideal (14,7: 1) bisa didapatkan pada semua putaran mesin.

Komponen-komponen sensor

SenSOr EOT

Sensor EOT mengirim input untuk ECM yang memerintahkan injector menyem protkan bahan bakar. Input yang dikirim, yaitu suhu oli mesin. Letak komponen adalah di bawah crankcase.

Sensor EOt mendeteksi suhu oli mesin

SenSOrTP

Komponen yang satu ini terintegrasi dengan throttle body. Sensor ini berfung si membaca sudut bukaan katup gas. Sinyal yang dikirim TPS ke ECM berubah ubah sesuai tingkat bukaan katup gas, saat bukaan gas maksimal TPS memerin tahkan ECM untuk menambah jumlah injeksi. Sensor TP mendeteksi sudut bukaan katup throttle

Sensor IAT

Komponen ini berfungsi mengirim sinyal ke ECM, di mana jumlah bensin yang disemprotkan injector ke intake manifold adalah didasarkan pada suhu uda ra yang masuk. Letaknya masih terintegrasi dengan throttle body. Sensor IAT mendeteksi temperatur inlet pipe intake

SenSOr MAP

MAP atau manifoldabsolutepressure menyatu dengan throttlebody. Kevakum an yang bervariasi akibat buka tutup katup gas dideteksi oleh MAP. Data dari sensor ini berupa sinyal elektrik. Cara kerjanya mirip pengukur aliran udara ma suk atau air flow sensor. Fungsi sensor MAP adalah untuk membaca debit udara yang masuk lewat perbedaan kevakuman yang terjadi di intake manifold. Ketika volume udara sudah terbaca, sensor ini akan mengirim sinyal ke ECM. Lantas ECM akan memerintahkan injector untuk menyemprotkan bahan bakar sesuai jumlah udara yang dibaca. Sensor MAP mendeteksi tekanan inlet pipe intake

Sensor BA

Sensor BA (Bank Angle) berfungsi lebih sebagai safety factor. Terutama ketika motor terjatuh saat kecelakaan dan sebagainya. Letaknya berada di balik cover tengah. Sistem kerjanya, sewaktu motor terjatuh, tentunya posisi motor dalam keadaan miring. Saat itu, jika dalam 5 detik motor masih dalam posisi tersebut, sensor ini akan mengirimkan sinyal ke ECM untuk segera menghentikan kerja fuel pump, injector, dan ignition coil. Maka, seketika mesin akan mati lantaran sis tem suplai bahan bakar dan pengapian sudah dilumpuhkan sementara. Mesin akan mati jika posisi kemiringan motor lebih dari 55 derajat ke kiri atau ke kanan selama 5 detik. Saat motor menikung rebah, sensor ini bekerja berdasarkan gaya gravitasi dan sentrifugal. Dalam sensor terdapat bandul. Bandul itu bisa dibilang sebagai saklar. Ketika motor dalam keadaan berjalan, walau kondisinya miring saat meni kung, bandul tersebut akan mengalami gaya sentrifugal sehingga posisi bandul tetap sejajar. Berbeda ketika motor miring dalam keadaan diam, gaya yang beker ja pada bandul bukan gaya sentrifugal, melainkan gravitasi. Bandul ikut miring. Maka, selama 5 detik, jika motor tidak segera ditegakkan, ECM akan mematikan kerja sistem bahan bakar dan pengapian. Untuk menghidupkan kembali, tidak bisa langsung pencet tombol starter elektrik atau kick starter. Kunci kontak harus diputar ke posisi OFF dahulu, lalu di-'ON'-kan kembali. Baru tekan tombol starter. Sensor Bank Angle mendeteksi sudut kemiringan sepeda motor (untuk ke amanan).

automotif.me

Belum ada Komentar untuk "Sistem bahan bakar sepeda motor #4"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel