Seputar Transmisi

automotif.me

Seputar Transmisi

Gigi transmisi

Gigi transmisi berfungsi mengatur tingkat kecepatan dan daya dorong mesin se suai dengan kondisi yang dijalani sepeda motor. Perangkat utama gigi transmisi di tempatkan pada gear box.
Bila terjadi masalah seputar transmisi lakukan belah mesin:

1) Mainshaftatau poros utama adalah komponen yang selalu berhubungan dengan poros engkol melalui gigi kopling. Berawal dari sinilah putaran mesin ditransfer ke roda belakang. Oleh sebab itu, batangan ini disebut juga poros input. Pada poros ini terdapat:

• Gigi mati, yaitu gigi yang berputar bersamaan poros.

• Gigi bebas, yaitu gigi yang berputar bebas pada poros.

• Gigi geser, yaitu gigi yang bisa bergerak ke kanan ke kiri pada poros (terdapat 3 atau 4 tonjolan).
automotif.me
2) Counter shaft atau poros lawan juga memiliki gigi-gigi seperti main shaft. Perbedaannya adalah poros ini terhubung dengan gear depan. Nama lainnya output shaft. 

3) Shift fork (garpu pemindah gigi)
automotif.me
4) Shift drum menggerakkan shift fork. Selanjutnya, garpu pemindah gigi akan menggerakkan gigi geser. Pada gigi geser dilengkapi 3 atau 4 tonjolan (dog) di sekeliling roda giginya. Apabila digeser, dog akan masuk ke dalam lubang (dog hole).
automotif.me
5) Gearshift pedal 

6) Gearshift spindle Bila pedal ditekan, spindle akan berputar menggerakkan shift drum sehingga shift fork menggeser gigi geser untuk menghubungkan dengan gigi kecepatan yang dikehendaki. 

7) Gearshift return Spring 

8) Stopper

Sulit pindah gigi 

Setelan kopling tidak benar 

Shift fork bengkok
automotif.me
Alur Shift drum rusak

Poros pemindah gigi kurang lurus
automotif.me
Gigi lompat 

Dog serta dog hole aus
automotif.me
Shift drum stopper patah  

Poros shift fork bengkok 

Shift linkage return spring patah
automotif.me
Suara kasar 

Main shaft bearing dan counter shaft rusak atau aus
automotif.me
Cara Kerja dan Komponen Kopling

Jenis kopling 

Klasifikasi kopling ada tiga jenis, yaitu jenis manual, otomatis, dan ganda. Jenis manual banyak diaplikasikan pada motor sport seperti Honda Tiger, Yamaha RX-King atau Suzuki Thunder. Ciri kopling manual adalah dioperasikan dengantangan dengan menarik tuas kopling (bekerja secara manual, dilakukan oleh pengendara motor itu sendiri). Berbeda dari kopling otomatis yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal (putaran mesin). Contohnya adalah motor bebek lama seperti Honda Astrea 800, Su zuki FR, atau Yamaha V80. Bebek zaman sekarang banyak mengadopsi model kop ling ganda. Terdiri atas kopling primer yang bekerja berdasarkan gaya sentrifugal dan kopling sekunder (konvensional). Pada bagian kopling primer terdapat tiga buah sepatu kopling (clutch Shoe) yang berputar mengikuti poros engkol. Bagian luarnya terdapat rumah kopling (clutch drum), yang berhubungan dengan bagian kopling sekunder. Bagian kompling sekunder terdiri atas rumah kopling (clutch outer drum) yang ikut berputar dengan poros engkol. Perputaran ini lewat pertautan gigi primer dan sekunder. Lalu ada pusat kopling (clutch center) yang dipasang pada ujung poros input transmisi. 

Dalam rumah kopling terdapat kampas, steel plate, pegas serta plate penekan. Pada saat kruk as berputar rendah (stasioner), clutch Shoe belum mengembang ka rena masih tertahan pegas sehingga clutch drum belum berputar. Seiring naiknya putaran mesin, clutch shoe turut mengembang karena gaya sentrifugal. Ketika clutch shoe menempel dinding clutch drum putaran kruk as diteruskan ke rumah kopling sekunder. Karena rumah kopling, kampas, plate dan center clutch menjadi satu kesatuan, putaran mesin diteruskan ke transmisi. Tetapi ketika pedal transmisi diin jak, pegas kopling tertekan. Langkah ini menyebabkan hubungan kampas dan plate merenggang. Akibatnya putaran mesin ke transmisi terputus. 
Secara ringkas mekanisme kerja kopling adalah putaran mesin dari poros engkol diteruskan oleh kopling menuju transmisi dan ke roda belakang pada saat kampas kopling dan pelat kopling merapat. Namun, putaran mesin dari poros engkol menuju transmisi akan terputus jika kampas kopling merenggang.

Prinsip kerja kopling 

Kopling primer berfungsi untuk melayani motor saat start jalan, sedangkan kop ling sekunder berfungsi untuk melayani pengoperan gigi.

Fungsi kopling 

• Menghubungkan atau meneruskan putaran poros engkol ke transmisi secara berangsur-angsur dan merata tanpa entakan (secara halus).

• Memindahkan tenaga tanpa terjadi selip. 

• Melepaskan hubungan atau membebaskan hubungan antara poros engkol me sin dan transmisi dengan sempurna.

Bagian-bagian kopling Kopling terdiri atas dua bagian utama: 

• Rumah kopling (clutch outer drum), bagian ini ikut berputar dengan poros engkol (yang digerakkan oleh roda gigi pada ujung poros engkol). 

• Pusat kopling (clutch center), dipasang pada ujung poros utama persneling. Untuk meneruskan perputaran rumah kopling ke pusat kopling dipakai susunan pelat gesek (kampas kopling) dan pelat-pelat baja (pelat kopling/pelat tekan) yang saling bersentuhan. 

• Pelat-pelat gesek (friction plates) mengikuti gerak memutar rumah kopling (lidah lidahnya terkait pada rumah kopling). 

• Pelat-pelat baja mengikuti gerak memutar pusat kopling (lidah-lidahnya terkait pada pasak/spie kopling).

Agar pelat-pelat gesek dan pelat-pelat baja (tekan) berputar bersama-sama se bagai satu kesatuan, pelat gesek dan pelat baja ditekan bersama oleh pegas-pegas yang kuat. Jika pegas atau per kopling lemah, kopling akan selip, yaitu perputaran rumah kopling tidak diteruskan seluruhnya ke pusat kopling. Bagian yang mengatur besarnya tekanan pegas atas susunan pelat gesek dan pelat baja adalah pelat peng ungkit (lifter plate) yang digerakkan oleh handle kopling.

Kopling sekunder 

Terletak pada poros utama gigi persneling (main shaft), yang terdiri atas: 

Rumah kopling 

Pusat kopling 

Pelat kopling

Slot penempatan kampas 

Pada rumah kopling terdapat slot penempatan kampas. Jika sudah dipakai dalam jangka waktu lama (usia pakai), bagian ini bisa aus dan bergerigi. Dampak nya adalah kampas sulit terbebas dengan pelat sehingga perpindahan gigi sulit. Gunakan kikir untuk meratakan kembali slot penempatan kampas.

Karet peredam 

Karet peredam bisa terjepit diantara gigi sekunder dan rumah kopling. Apabi la komponen ini rusak, jarak antara gir dan rumahnya tinggi atau longgar sehing ga mengakibatkan suara mesin jadi kasar, klok... klok... klok. Gantilah karetnya saja atau beli unit rumah kopling.

Kampas kopling 

Apabila tenaga mesin tidak tersalur sempurna, kemungkinan besar penyebab utamanya adalah kampas kopling. Untuk memeriksanya, perhatikan ketebalan, kekerasan, serta warnanya (perubahan warna dan bentuk). Bila permukaan kampas keras (mengilap) serta terbakar, kampas kopling sudah saatnya diganti. Tidak usah menunggu tipis. Untuk ketebalan harus mengetahui batas servis yang diizinkan. Pada Honda Prima dan Supra, Grand, Win tebal minimalnya 2,0 mm, Honda Supra X 125 tebal minimal 2,2 mm atau 0,09 in. Sedangkan pada motor Suzuki Smash, sebaiknya ketebalan kampas kopling tidak kurang dari 0,3 0,4 mm dari standar.

Pegas kopling 

(per kopling) Agar kampas dan pelat menempel erat, tekanan pegas harus kuat. Untuk mengukurnya, pakailah alat khusus, namanya spring tester atau bisa juga dilaku kan dengan mengukur panjangnya. Bandingkan tinggi ke empat pegas. Bila ada pegas yang tingginya berkurang, itu tandanya pegas sudah tidak baik. Sebaiknya, lakukan penggantian, sebab jika tekanan pegas lemah kopling mudah selip.

Pelat kopling 

Meskipun jarang rusak, periksa juga keolengan pelat kopling. Letakkan pelat di atas meja kaca, lalu ukur celahnya pakai feeler gauge. Toleransi kebengkokan maksimal 0,2 mm.

Kopling primer 

Terletak pada poros engkol dan terdiri atas: Outer clutch berputar bebas pada poros engkol. Inner clutch berputar mengikuti putaran poros engkol. Drive plate (bandul) berupa kanvas yang terletak pada inner clutch yang berfungsi sebagai penghubung putaran dari inner clutch ke outer clutch. Drive gear sebagai penghubung outer clutch dengan kopling sekunder.

Cara kerja kopling primer: 

• Pada saat mesin berputar stasioner (langsam), drive plate (bandul) belum bekerja, sehingga outer clutch praktis belum berfungsi. 

• Bila putaran mesin mulai mencapai 1.400 rpm atau lebih, maka bandul akan me ngembang karena adanya gaya sentrifugal sehingga akan merapat pada outer clutch sehingga outer clutch mulai berfungsi menerima putaran dari poros eng kol yang akan meneruskan putaran tersebut ke kopling sekunder melalui drive gear.

automotif.me

Belum ada Komentar untuk "Seputar Transmisi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel