Dua cara melacak top compression sepeda motor

automotif.me

Dua cara melacak top compression sepeda motor

Penyetelan katup atau renggang celah klep pada sepeda motor empat langkah atau 4 tak dilakukan berdasarkan prinsip kerja mesin, khususnya saat piston pada posisi top compression. Agar hasil penyetelan katup tepat, posisi top compression-nya juga harus tepat. Posisi top compression yang kurang tepat berpengaruh terhadap ketidaktepatan hasil penyetelan celah katup. Ada dua petunjuk yang bisa digunakan untuk memastikan bahwa top compression-nya benar. Petunjuk tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, putar poros engkol hingga huruf"T"sejajar dengan garis tanda'lurus di blok mesin sisi kiri atau dinding magnet atas. Lalu buka tutup klep, goyangkan rocker arm klep masuk dan buang. Bila keduanya keras (menekan batang klep) berarti bukan top compression. Melainkan langkah akhir buang, mengawali langkah isap atau overlapping, posisi piston tepat di TMA juga. Putar kembali poros engkol satu putaran penuh (360°) hingga huruf"T"kembali sejajar dengan garis. Coba periksa kembali rocker arm. Sekarang kondisinya bebas bukan? Posisi seperti inilah yang dinamakan top compression.

Kedua, agar lebih cepat mengetahui top compression. Buka terlebih dahulu tutup gigi timing, yang terletak di kiri depan bagian mesin. Amati permukaan luar sprocket sampai ditemukan tandatitik atau lingkaran kecil. Bila sudah ditemukan, putar poros engkol sampai tanda titik tadi lurus dengan garis atau penanda. Lihat pada dinding magnet, pasti huruf "T" lurus juga dengan garis. "Bila kedua tanda pada magnet dan gigi timing sudah lurus dengan pasangannya masing masing artinya top compression. Sekarang, celah klep silakan setel sesuai ukuran standard.

Putar crankshaft (poros engkol) berlawanan arah jarum jam, tepatkan tanda "T" pada flywheel (roda gila) dengan takik penunjuk pada left crankcase (bak mesin kiri).

Ukuran yang tercantum pada buku ini adalah untuk motor yang tingkat kepresisian komponennya masih tinggi. Jika usia pakai motor di atas 2 tahun, tingkat kepresisian komponennya menurun, sehingga membuat setting-an mesin berubah. Meskipun komponen-komponennya belum pernah diganti, namun celah klep, clearance piston dan ring-nya, tekanan kompresi, dan sisa karbon di ruang bakar dapat mempengaruhi performa dan settingan mesin. Karena itu perlu penyesuaian ulang dan tidak berpatokan lagi pada buku manual, kecuali jika komponen-komponen yang aus diganti baru dengan presisi sesuai standar pabrik.

KLEP TIDAK DAPAT ATAU SULIT DISETEL 

Penyebab kleptidak dapat atau sulit disetel antara lain:

Rocker arm (pelatuk) aus, biasanya pada bagian sepatu pelatuk

Camshaft (noken as) aus. (Keausan rocker arm dan camshaft dapat diamati secara kasat mata, misalnya: ada goresan di komponen tersebut, ada celah (cekungan) pada camshaft, dan lengkungan rocker arm mulai rata.)

Ujung tangkai/batang klepaus

Jika hal-hal di atas terjadi, kompresi mesin motor bisa menjadi bocor, yang menye babkan motor sulit dihidupkan. Seandainya mesin dapat dihidupkan, sepeda motor ti dak dapat langsam. Akibat lainnya jika terjadi kesalahan dalam menyetel klep, misalnya celah terlalu rapat, adalah tarikan motor berat dan mesin cepat panas; jika celah terlalu renggang, akan timbul suara berisik.

RANTAI MESIN 

1. Fungsi Rantai

Mesin Rantai mesin menghubungkan roda gigi poros engkol dengan roda gigi poros noken as. Ro da gigi poros noken as digerakkan oleh roda gigi poros engkol. Secara garis besar rantai mesin berfungsi untuk menggerakkan klep isap dan klep buang agar proses pembakaran pada sepeda motor menjadi sempurna.

Mengacu fungsi rantai mesin di atas, berarti diperlukan ketegangan rantai yang tepat untuk menyelaraskan antara putaran kruk as dan noken as. Keselarasan ini membantu kesempurnaan performa mesin motor atau ketepatan pengapian (igni tion timing) dan tertib pergerakan klep (valve timing) guna mendapatkan debit pe masukan bahan bakar dan debit pembuangan gas bakar yang ideal.

2. Penggantian Rantai Mesin

Namun, hal ini tergantung pada bagaimana (kebiasaan) seseorang mengendarai motor, rentang waktu penggantian oli mesin, dan kualitas oli yang dipakainya. Bila seseorang sering mengentak gas atau ngebut, life time rantai mesin bisa menjadi lebih pendek.

1. Tanda-tanda rantai mesin harus diganti:

1) Paling gampang adalah dengan mendengarkan suara di blok silinder sebe lah kiri. Bila rantai itu kendur, terdengar suara kasar atau berisik karena terja di gesekan yang berlebihan.

2) Pada motor yang masih standar, biasanya mesin susah langsam.

3) Secara mekanis dapat dilakukan dengan cara membuka tutup atas rantai mesin (tutup gigi timing), lalu periksa dengan cara menonjok rantai pakai obeng minus. Apabila spelling berlebihan, artinya rantai mesin sudah saat nya diganti.

4) Coba motor dikendarai, rasakan performa mesin pada saat motor digas. Bila akselerasinya kendaraan telat, ini adalah pertanda sudah saatnya rantai me sin diganti.

5) Bunyi semakin terasa saat motor dalam keadaan engine brake.

6) Motor sulit dihidupkan.

2. Lakukan pengecekan secara cermat dan akurat sebagai berikut:

1) Mengukur panjangnya, untuk mengetahui tingkat kemulurannya (rantai ha rus terlepas dari mesin). Bandingkan dengan rantai mesin yang baru dan original. Pakai alat ukur untuk mengukurnya.

2) Cara lain yang lebih praktis adalah dengan mengukurtingkat ketegangannya dengan cara mengangkat rantai pada posisi lurus horizontal. Bila rantai me sin kelihatan terlalu melengkung, itu tandanya rantai mulai aus.

3. Beberapa hal yang menyebabkan rantai timing cepat aus antara lain: 

Pertama, saat komponen dipasang pada motor, penyetelannya terlampau kencang. Oleh karena itu, pemasangan rantai ini perlu diperhatikan dengan baik agar setelan rantai timing pas.

Kedua, komponen pendukung yang sistem kerjanya terkait sudah mengalami keausan tetapi tidak diganti. Untuk itu, perhatikan apakah gir (gearsprocket) rantai timing cacat (penyok atau ada sempal) atau tidak. Gir yang penyok su dah barang tentu akan membuat putaran rantai tidak stabil sehingga usia rantai timing cepat berkurang.

Ketiga, faktor terakhir yang menyebabkan rantai timing cepat aus adalah kelalaian untuk mengganti oli mesin atau bisa juga karena kualitas pelumas mesin yang kurang baik. Untuk masalah yang satu ini, tak ada cara lain selain mengganti oli mesin secara teratur, umumnya setiap 2.000 s/d 2.500 km se kali, dan gunakan selalu pelumas yang berkualitas sesuai dengan anjuran produsen motor, dan pastikan volumenya tepat.

3. Pemasangan Setelan Rantai Mesin (Tensioner)

1. Masukkan poros penekan dengan cara memutarnya searah jarum jam dengan sebuah obeng kecil.

2. Setelah kedua baut kencang, lepaskan obeng tersebut.

3. Periksa kembali kekencangan rantai mesin.

GANTI PACKING 

Jika bagian luar mesin kendaraan bermotor Anda kotor oleh rembesan oli, itu berarti ada kerusakan di bagian packing yang menyebabkan kebocoran. Packing yang rusak harus sesegera mungkin diganti sebelum onderdil-onderdil lain rontok. Kebocoran packing cukup riskan untuk mesin 4 tak. Bisa dibayangkan bila poros engkol berputar dengan hanya sedikit oli mesin.

Dinding silinder bisa terkoyak ring piston.

Komponen berputar pada head seperti noken as dan rocker arm akan hancur.

Bagian-bagian yang rawan rembes atau bocor, seperti:

Packing head

Packing block

Packing tutup gigi timing

Seal magnet

O-ring (tutup klep)

Seal persneling

Seal gear depan

Seal kick starter

Gantilah packing dengan yang orisinal (asli). Sebaiknya, setelah menempuh jarak se kitar 6.000 km, lakukan servis besar. Selain mengganti packing, tumpukan kerak dalam ruang bakar bisa sekaligus dibersihkan. Pada motor 2 tak, penggantian gasket lebih sering terjadi. Sebaiknya ganti packing head maupun packing block. Lubang bilas dan lubang transfer pada motor 2 tak lebih cepat kotor dan menyempit karena kerak. Imbas nya adalah performa mesin menurun.

automotif.me

Belum ada Komentar untuk "Dua cara melacak top compression sepeda motor"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel