Cara diagnosis kerusakan

automotif.me

Cara diagnosis kerusakan

Bandul kopling

Perlu dilakukan diagnosis atau pemeriksaan pada kopling primer. Karena berge sekan, ketiga bandul kopling kampasnya bisa menipis. Ketebalan yang diizinkan ti dak boleh kurang dari 1 mm. Saat mengembang, bandul ditahan pegas. Untuk itu, kekerasan pegas ini harus konstan. Apabila terlalu keras dibutuhkan putaran mesin lebih tinggi untuk menjalankan motor.
automotif.me
Kondisi teromol

Dalam jangka waktu lama dinding drum akan tergores mengikuti bentuk kampas bandul. Bila aus langsung ganti dengan drum baru. Metode penambalan dengan las kurang dapat diandalkan kualitasnya.

Kopling satu arah

Pada bagian tengah clutch drum terdapat kopling satu arah (one-way clutch). Fungsinya adalah menyempurnakan kerja kick starter. Komponennya terdiri atas enam roller dan pegas. Ukur panjang pegas dan diameter roller apakah sesuai dengan standar anjuran. Apabila komponen tadi rusak, cirinya adalah saat kick starter digenjot atau dislah terasa ngelos. Mekanisme starter berputar tetapi kruk as tidak ikut bergerak untuk melakukan proses kerja mesin awal.

V-Matic

Sistem V-Matic memberikan perubahan penggerak secara otomatis sewaktu diame ter drive pulley yang terpasang pada poros engkol menjadi semakin besar atau kecil sesuai kecepatan mesin.

Motor matic identik dengan penggerak V-belt yang terdiri dari primary sheave (katrol penggerak), V-belt, dan secondary sheave (katrol kedua). Keuntungan system ini adalah pengoperasian perbandingan gigi otomatis dan transfer daya sangat lem but. Namun, kerugiannya adalah transfer daya kurang baik dan belt bisa putus.

Tips pemasangan V-belt Yamaha Mio

• Langkah Pembongkaran:

a) Melepas cover crankcase

1. Kendurkan baut joint rumah V-belt No.1

2. Buka corong rumah V-belt No.2

automotif.me
1. Lepas selang pernapasan No. 1

2. Lepas gude saringan udara rumah V-belt No. 2 

3. Lepas tutup pelindung 1 rumah V-belt No. 3 

4. Lepas tutup pelindung 2 rumah V-belt No. 4

automotif.me
Buka baut kickstarter No. 1 

Lepaskan kickstarter No. 2 

Buka penutup rumah V-belt No. 3

Melepas secondary sheave dan V-belt 

1. Lepaskan mur clutch housing No. 1  

2. Lepaskan o-ring No. 2 

3. Lepaskan rumah kopling/clutch housing No.3 dengan menggunakan alat khusus “Sheave Holder" 90890-01701 

4. Lepaskan gasket

5. Lepaskan V-belt

automotif.me
Langkah Pemasangan:

Cara pertama, melalui secondary sheave: 

1. Pasang gasket yang baru No. 1

2. Pasang V-belt baru No.2 

3. Pasang secondary sheave No.3

automotif.me
Catatan: 

V-belt harus dipasang searah tanda arah menghadap depan. 
Pasang V-belt pada primary sheave, dan selanjutnya pasang secondarysheave No. 3 bersamaan dengan V-belt. 
Jangan memberikan gemuk pada bagian dalam secondary sheave dan as primary drive gear.

4. Pasang clutch housing. 
5. Pasang o-ring 
6. Pasang mur clutch housing.

automotif.me
Catatan:

Tahan putaran clutch housing dengan flywheel holder tool No. 1) dan ken cangkan mur clutch housing, dengan socket wrench No. 2) dengan moment pengencangan 55 Nm (5.5 m.kg.40 ft.lb). 
Posisi V-belt pada bagian primary sheave dalam posisi diameter kecil dan se condary sheave No. 3 dalam posisi diameter terbesar. Pastikan V-belt dalam posisi yang cukup kencang.

Cara kedua, melalui primary sheave:

Tempatkan drive belt pada drive pulley boss lalu pencet dengan tangan un tuk mendapatkan jarak renggang antara belt dan shaft. Pasang drive pulley face sementara menetapkan spline-nya dengan crankshaft splines.

automotif.me
Pastikan bahwa drive pulley face duduk sepenuhnya pada drive pulley boss. Oleskan oli mesin pada ulir mur drive pulley face dan permukaan duduknya kemudian pasang bersama dengan washer. Tahan drive pulleyface atau pulli depan dengan special tool (treker pem buka pulli depan) dan kencangkan mur dengan torsi yang ditentukan.

Catatan: 

Bila ketika motor berjalan terjadi entakan disertai bunyi, lakukan penggantian secondary sliding sheave, secondary fixed sheave, clutch carrier, dan rumah kop ling (1 set).

Tips Perawatan CVT

(Continuous Variable Transmission) Perawatan terhadap CVT dilakukan agar kinerja transfer daya optimal, tidak boros dan mencegah belt selip (melakukan perawatan membantu mendeteksi kerusakan dini). Menurut Surya Tampomas (kawan penulis), pemilik Bengkel Bandung Motor, di jalan Kramat Raya 170 - Jakarta Pusat, bagian yang perlu dibersihkan dan dirawat setiap rentang antara 10.000 s/d 12.000 km.

Pertama, membersihkan filter CVT, gunakan semprotan angin atau rendam de ngan bensin kemudian keringkan pakai kompresor. 

Tahap selanjutnya, membersihkan primary sheave dan secondary sheave, peng gunaan alkohol banyak dilakukan oleh mekanik dan kemudian dikeringkan atau lakukan pengelapan, pakai lap (kain) kering halus. Jika sudah bersih, tinggal memberi grease CVT (secondary sheave grease dan primary sheave grease) pada bagian tengah primary sheave dan secondary sheave. Fungsi grease CVT yaitu sebagai pelumas dan pendingin. Dipasaran grease dijual seharga Rp. 10.000 ber isi 2 kemasan kecil.

Hal yang Perlu Diperhatikan pada CVT

Periksa V-belt dari keretakan atau keausan -> Ganti apabila ada tanda-tanda ke rusakan.

Periksa lebar V-belt 18.2 mm (0.72 inch) -> Ganti jika sudah di luar batas ini.

Limit 17.2 mm (0.68 inch) -> Ganti jika sudah di luar batas ini.

Hindari V-belt dari kotoran gemuk atau oli -> Bersihkan primary dan secondary clutch.

Masalah pada CVT

Jika ada masalah pada transmisi otomatis atau CVT (Continous Variable Trans mition), tarikan sepeda motor terasa berat atau tersendat saat dikendarai. Keru sakan komponen CVT bisa dideteksi, antara lain jika sebagai berikut:

Roller peyang, saat digas atau mau start, motor tersentak disertai bunyi geme retak. Hal ini karena lapisan teflon roller tidak bulat lagi akibat terkikis sehingga menyebabkan perputaran tidak mulus.

V-Belt melar atau tipis, hal ini terasa ketika putaran mesin sudah tinggi tapi motor tidak mau lari. Sabuk pemindah daya wajib diganti setelah lewat 25.000 km atau ketebalan sudah terkikis hingga 7 mm.

Sepatu sentrifugal licin, gejalanya adalah saat start tarikan tidak spontan alias ada jeda (hampir sama dengan karet tromol yang aus). Hal ini terjadi karena gesekan dengan mangkuk kopling otomatis membuat sepatu kopling sentrifugal jadi li cin. Kalau sepatu sentrifugal masih tebal namun licin, cukup diampelas kasar.

automotif.me

Belum ada Komentar untuk "Cara diagnosis kerusakan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel